{"id":341,"date":"2025-01-09T03:58:11","date_gmt":"2025-01-09T03:58:11","guid":{"rendered":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/?p=341"},"modified":"2025-01-09T03:58:11","modified_gmt":"2025-01-09T03:58:11","slug":"konsep-pemenuhan-satuan-kredit-profesi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/?p=341","title":{"rendered":"Konsep Pemenuhan Satuan Kredit Profesi"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">dikutip dari KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA<br>NOMOR HK.01.07\/ MENKES\/1561\/2024 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PEMENUHAN KECUKUPAN<br>SATUAN KREDIT PROFESI BAGI TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam pemenuhan satuan kredit profesi, tenaga medis dan tenaga<br>kesehatan berkewajiban untuk mengikuti Program Pengembangan<br>Keprofesian Berkelanjutan (P2KB), yang meliputi ranah pembelajaran,<br>pelayanan, dan pengabdian. Tujuan pemenuhan satuan kredit profesi<br>adalah untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan profesional<br>tenaga medis dan tenaga kesehatan sesuai standar kompetensi masingmasing profesi kesehatan.<br>Bukti pemenuhan SKP tercatat dalam Sistem Informasi Sumber Daya<br>Manusia Kesehatan (SI-SDMK) terintegrasi milik Kementerian Kesehatan.<br>Besaran SKP ini diperoleh dalam kurun waktu 5 (lima) tahun sesuai<br>dengan periode praktik (SIP) dalam rangka menjamin penjagaan<br>kompetensi untuk dapat melanjutkan perpanjangan proses perizinan 5<br>(lima) tahun berikutnya. Jika tenaga medis dan\/atau tenaga kesehatan<br>tidak melakukan pemenuhan SKP dalam periode praktik (SIP) atau tidak<br>berpraktik selama 5 (lima) tahun atau lebih, maka pemenuhan SKP<br>digantikan dengan kewajiban mengikuti ujian kompetensi.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"922\" height=\"428\" src=\"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-09-at-10.52.25.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-342\" srcset=\"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-09-at-10.52.25.jpeg 922w, https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-09-at-10.52.25-300x139.jpeg 300w, https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-09-at-10.52.25-768x357.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 922px) 100vw, 922px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Ranah Pemenuhan Satuan Kredit Profesi<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemenuhan SKP didapatkan melalui 3 (tiga) ranah yang terdiri atas<br>ranah pembelajaran, pelayanan, dan pengabdian. Besaran SKP yang<br>diberikan ditentukan dengan standar umum Kementerian Kesehatan<br>dengan pertimbangan masing-masing Kolegium profesi.<br>Ketentuan ranah pemenuhan SKP untuk kondisi umum adalah sebagai berikut:<br>a. Ranah pembelajaran dengan komposisi minimum yang wajib dipenuhi<br>adalah 45 (empat puluh lima) persen dari total SKP profesi dalam<br>periode 5 (lima) tahun.<br>b. Ranah pelayanan dengan komposisi minimum yang wajib dipenuhi<br>adalah 35 (tiga puluh lima) persen dari total SKP profesi dalam periode<br>5 (lima) tahun.<br>c. Ranah pengabdian dengan komposisi minimum yang wajib dipenuhi<br>adalah 5 (lima) persen dari total SKP profesi dalam periode 5 (lima)<br>tahun.<br>d. Sisa persentase dapat dikumpulkan dari ranah manapun.<br>e. Kewajiban memenuhi SKP tahunan minimal 20 (dua puluh) persen<br>dari persentase minimum ranah pembelajaran.<br>f. Target SKP tiap profesi wajib dicapai dalam periode 5 (lima) tahun<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pemenuhan SKP kondisi khusus adalah sebagai berikut:<br>a. Ranah pembelajaran dengan komposisi minimum yang wajib dipenuhi<br>adalah 25 (dua puluh lima) persen dari total SKP profesi dalam periode<br>5 (lima) tahun.<br>b. Ranah pelayanan dengan komposisi minimum yang wajib dipenuhi<br>adalah 55 (lima puluh lima) persen dari total SKP profesi dalam<br>periode 5 tahun.<br>c. Ranah pengabdian dengan komposisi minimum yang wajib dipenuhi<br>adalah 5 (lima) persen dari total SKP profesi dalam periode 5 (lima)<br>tahun.<br>d. Sisa persentase dapat dikumpulkan dari ranah manapun.<br>e. Kewajiban memenuhi SKP tahunan minimal 20 (dua puluh) persen<br>dari persentase minimum ranah pembelajaran.<br>f. Target SKP tiap profesi wajib dicapai dalam periode 5 (lima) tahun.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"582\" height=\"376\" src=\"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-09-at-10.56.17.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-343\" srcset=\"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-09-at-10.56.17.jpeg 582w, https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/wp-content\/uploads\/2025\/01\/WhatsApp-Image-2025-01-09-at-10.56.17-300x194.jpeg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 582px) 100vw, 582px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>dikutip dari KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIANOMOR HK.01.07\/ MENKES\/1561\/2024 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN PEMENUHAN KECUKUPANSATUAN KREDIT PROFESI BAGI TENAGA MEDIS DAN TENAGA KESEHATAN Dalam pemenuhan satuan kredit profesi, tenaga medis dan tenagakesehatan berkewajiban untuk mengikuti Program PengembanganKeprofesian Berkelanjutan (P2KB), yang meliputi ranah pembelajaran,pelayanan, dan pengabdian. Tujuan pemenuhan satuan kredit profesiadalah untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan profesionaltenaga [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-341","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=341"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":344,"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/341\/revisions\/344"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dpcpormikimalang.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}